YUKBABE.COM

Alhamdulillah, Hakim Mengambil Keputusan Terbaik dengan Menolak Eksepsi Ahok

Hal ini mengindikasikan bahwa sistim peradilan di Indonesia tidak di intervensi oleh pemerintah khususnya Jokowi sebagai Kepala Pemerintahan.
By
284 views 0
MAJELIS HAKIM TOLAK NOTA KEBERATAN AHOK

Mengapa dikatakan Alhamdulillah, Hakim Mengambil Keputusan Terbaik dengan Menolak Eksepsi Ahok? Simak tulisan ini sampai tuntas ya saudaraku sebangsa dan setanah air Indonesia.

Kepada seluruh masyarakat Indonesia, tanggal 27 Desember 2016 kemarin, PN Jakut telah memutuskan menolak Nota Keberatan pihak Pembela kasus Penistaan Agama melalui Musyawarah Majelis Hakim.

Ucapan syukur ke Hadirat Allah SWT penulis ungkapkan atas Putusan Sela Majelis Hakim.Hal ini membuktikan bahwa Pengadilan tidak terindikasi oleh tekanan segelintir orang pendukung terdakwa.

Hal ini mengindikasikan bahwa sistim peradilan di Indonesia tidak di intervensi oleh pemerintah khususnya Jokowi sebagai Kepala Pemerintahan.

Syukur Alhamdulillah Majelis Hakim sama sekali tidak terprovokasi para penulis Seword yang banyak menuliskan artikel tentang Tidak Bersalahnya seorang Ahok dalam kasus persidangan ini.

Penulis ucapkan selamat kepada saudara-saudara yang datang penuh dengan keikhlasan mengawal jalannya sidang ini dengan orasi-orasi Penjarakan Ahok.Dengan hasil Putusan Sela majelis Hakim ini berarti perjuangan anda 50% sudah accomplished atau berhasil.

Penulis juga ucapkan rasa terimakasih yang mendalam kepada para perwakilan Umat muslim yang melakukan aksi intervensi 411 dan 212 beserta Habieb Riziq selaku panglima nya bak seorang Umar Bin Khattab dengan seluruh keberaniannya menyuarakan aspirasi Penjarakan Ahok,Adili Ahok sehingga dapat diselenggarakannya Proses Peradilan sampai pada hari ini.

Dukungan dari para Pemuka Agama seperti Habib Rizieq, Bahtiar Natsir, AA Gymnastiar, Ust Yusuf Mansyur yang secara ikhlas tanpa pamrih pahala dari Allah SWT telah mengalir deras dalam kasus penistaan Agama ini.

Begitu juga dukungan dari Sari Roti, Nasi Bungkus warung padang yang telah mendominasi bantuan aksi sehingga keberhasilannya dapat kita nikmati bersama sekarang ini dengan hasil Putusan Sela PN Jakut.

Namun,kenapa diantara pelaku aksi perwakilan umat Muslim yang di Panglimai-i oleh Habib Rizieq yang gagah berani seolah-olah seperti Umar bin Khattab beserta Bahtiar Nasir,AA Gymnastiar,Ust Yusuf Mansyur itu tidak ada Ulama-Ulama yang Penulis ketahui ke-ulamaanya seperti K.H.Mustofa Bisri,K.H.(Habib) Quraish Shihab yang Profesor ahli tafsir Al Quran itu dan Prof.DR.Syafii Maarif.

Apakah Ulama-Ulama beneran seperti Gus Mus,Habib Quraish Shihab dan Buya Syafii ini merasa tidak terwakili oleh Panglima Habib Rizieq yang seolah-olah seperti Umar Bin Khattab ini.

Lalu kenapa tidak ada donasi kemanusiaan yang sering digalang stasiun TV seperti Pundi Amal Peduli Kasih,Dompet Amal atau Receh untuk aksi 411-212 yang mengalir ke aksi ini.Yang ada cuma peduli Sari Roti yang akhirnya dianulir sendiri dari pihak Sari Roti dan Nasbung Warung Padang yang tidak jelas pendanaannya dari mana.

Lalu apakah pihak-pihak diluar peserta aksi seperti penulis,Gus Mus,Habib Quraish,Buya Syafii beserta Sari Roti dan lembaga Donasi Dompet Amal dan lain lain ini tidak ikut berbahagia dan tidak mendukung Putusan Sela PN Jakut dalam kasus Ahok ini.

Apakah setelah ditolaknya Nota keberatan Ahok ini terus menjadikan Ahok bersalah.

Apakah Setelah ditolaknya Nota Keberatan Ahok ini lantas Ahok dipenjara.

Apakah setelah Nota Keberatan Ahok ini lantas kehidupan minoritas di bumi Indonesia ini terancam.

Apakah setelah Nota Keberatan Ahok ini titk balik kesewenang-wenangan mayoritas di-niscayakan di bumi Indonesia ini.

Jawaban empat pertanyaan di atas adalah Idiom Alm. Gus Dur, “Wong cuman Putusan Sela gitu aja kok repot…”.

Loh apa sih Putusan Sela itu,

Putusan Sela adalah putusan yang dijatuhkan masih dalam proses pemeriksaan perkara dengan tujuan untuk memperlancar jalannya pemeriksaan,putusan ini tidak mengakhiri pemeriksaan tetapi menjadi titik awal pemeriksaan, putusan ini selalu tunduk pada putusan akhir dan tidak mengikat kepada pandangan Hakim akan kasus bahkan Majelis Hakim dapat merubah sesuai dengan keyakinannya.

Pada intinya jenis putusan ini kebanyakan hanya berkutat pada kelengkapan alat bukti Jaksa Penuntut dan pemilihan pasalnya saja,apakah kasus ini layak dipersidangkan atau tidak,dan apabila dinilai layak barulah tahap pemeriksaan saksi untuk pembuktian dilaksanakan.

Yah,gitu aja kok repot wong cuma putusan sela kok direpotin,ya dipermudah (urusan) saja,kita kawal proses persidangan yang akan berjalan tidak cepat ini bersama-sama, beserta para pelaku aksi intervensi 411,212 dan dengan para Ulama beneran seperti Gus Mus,Habib Quraish dan Buya Syafii dengan damai dan kritis sehingga bisa menjadi pelajaran untuk kita semua.

Sekali lagi Penulis ucapkan terimakasih kepada Habib Rizieq yang terkasih,Ust Gymnastiar dan kawan-kawan yang dalam melakukan aksi-aksi penolakan Ahok tanpa menyertakan Ulama beneran seperti Gus Mus,Buya Syafii dan lain-lainnya,itu berarti menjelaskan kepada Umat Muslim bahwa aksi ini tidak mewakili semua Umat Muslim di Indonesia.

Terimakasih juga diucapkan dengan tidak menyertakan lembaga donasi nasional yang akuntabel untuk mendanai aksi-aksi penolakan Ahok ini yang mengindikasikan pendanaan aksi cuma berasal dari sekelompok orang yang tidak mewakili aksi sosial rakyat Indonesia.

Sekali lagi penulis mengucap syukur Alhammdulillah dengan kearifan dan kebijaksanaan Majelis Hakim yang menutup sidang hari ini dengan menolak Nota Keberatan Pembela terdakwa Ahok berarti Majelis Hakim tetap berfikir panjang dengan menjaga stabilitas keamanan dan stabilitas politik Bangsa dan Negara dalam proses keputusan sidang hari ini dan tetap menghormati proses kampanye Ahok dalam Pilgub ini dengan tetap memfasilitasi panggung kampanye yang telah terebut dari cagub Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Bisa dibayangkan bagaimana terancamnya stabilitas keamanan dan politik apabila Majelis hakim hanya mengikuti bisikan nurani dan logikanya dengan menerima Nota Keberatan pihak Pembela ahok.Mungkin akan terjadi aksi-aksi yang lebih dahsyat dengan pemberitaan yang menggunakan rumus perkalian atau rumus kwadrat dalam jumlah peserta aksinya.

Bisa juga ada aksi klaim sepihak kepada Perum Bulog atau bahkan klaim sepihak yang mengatasnamakan Departemen Keuangan negara sebagai donatur aksi mereka.

Majelis Hakim juga telah berjasa menjaga marwah MUI dengan menghindarkan kemungkinan lembaga itu memberi fatwa haram kepada pengadilan negeri beserta hakim-hakimnya.

Akhir kata penulis menyuarakan kepada Pembaca untuk lebih memahami putusan menolak Nota Keberatan ini dengan pemikiran yang logis dan menggunakan akal pikiran janganlah seperti para ulama-ulamaan atau Habib-habiban yang asal menggunakan ayat suci Al Quran tanpa menggunakan tafsiran akal namun hanya tafsiran kata per-kata tata bahasa sehingga menimbulkan keresahan umat.Sesungguhnya meng-Iman-i Kitab itu bukan hanya dengan menafsirkan kata-kata saja karena kitab itu hanya sebuah acuan dalam ber- proses memenuhi panggilan Allah SWT menuju dunia tanpa kata-kata.

Demikianlah Kura Kura pemahaman penulis yang terus ber Pura Pura memahami permasalah Bangsa ini…Wassalam.

sumber: seword.com

Yuk bagikan berita/artikel ini supaya banyak yang baca dan tahu. Silahkan berkomentar dengan santun.

No Comments

Leave a Reply