[Apa Komentar Anda?] Jika Ibadah Hari Raya Anda Dihentikan – Refleksi Pembubaran Kebaktian Natal di Sabuga Bandung

Posted on 4,057 views

kkr-natal-di-sabuga-bandung-diganggu-pas

YUKBABE.COM – Seperti kita ketahui, kasus pembubaran Natal dan KKR di Sabuga Bandung menyedot banyak perhatian masyarakat Indonesia bahkan internasional (berhubung pembicaranya Pak Stephen Tong adalah speaker/pengkotbah mancanegara). Tentu saja peristiwa ini memberikan penilaian negatif atas apa yang terjadi.

Berikut ini kronologis pembubaran acara Natal dan KKR di Bandung

kkr-natal-di-sabuga-bandung

Massa yang mengatasnamakan diri Pembela Ahlus Sunnah (PAS) mendatangi lokasi penyelenggaraan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) di Gedung Sabuga, Jalan Tamansari, Kota Bandung.

Pihak PAS meminta panitia KKR menyelenggarakan kegiatan keagamaan tersebut di rumah ibadah. Hasil kesepakatan antarkedua pihak yang dimediasi polisi membuahkan hasil yaitu acara KKR ibadah Natal sesi kedua tidak dilanjutkan dengan berbagai pertimbangan.

[baca juga : Ahok Baru Non-Aktif Sebentar Kali Sentiong Penuh Sampah, Gimana Kondisi 5 Tahun Ke Depan Jika Bukan Ahok Gubernurnya?? Coba Mikir Ya…]

Acara Kebaktian Natal Umat Kristen yang menghadirkan Pdt.Dr.Stephen Tong untuk sesi kedua sedianya dilaksanakan pada pukul 18.30 WIB di Gedung Sabuga, Selasa (6/12/2016). Pihak PAS menegaskan bahwa sama sekali tidak melarang kegiatan tersebut.

“Ini kan acara keagamaan, kita enggak masalah. Enggak ada pelarangan. Nah untuk melaksanakan Natal sesuai keyakinannya, kita menyarankan kegiatannya dilakukan di tempat semestinya sesuai Undang-undang. Ya acara Natal dilakukan di gereja, bukan di Gedung Sabuga,” ujar Ketua PAS Muhammad Roin di halaman Gedung Sabuga.

Menurut Roin, peribadatan umat Kristen sudah diatur di tempat tertentu yaitu gereja. Hal tersebut, sambung dia, sesuai dengan Surat Peraturan Bersama (SKB) Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 Tahun 2006 dan Nomor 8 Tahun 2006.

Kebaktian di Sabuga Bandung Didatangi Ormas, Polisi Turun TanganFoto: Baban Gandapurnama
Pihak PAS mengaku sudah bertemu secara baik-baik dengan panitia penyelenggara. Acara sesi pertama yang berlangsung pukul 13.00 hingga 15.00 WIB untuk anak-anak tetap berjalan normal.

“Tadi acara yang siang sampai sore, kami tidak ganggu,” kata Roin.

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Winarto turun langsung ke lokasi. Dia menjelaskan persoalan tersebut sudah diselesaikan secara musyawarah oleh kedua pihak.

[ baca juga : Dimanakah Aparat Hukum Ketika Kebaktian Natal Dibubarkan?]

“Jadi acara yang malam tidak dilaksanakan. Tadi sudah disepakati pihak panitia, pendeta dan perwakilan ormas,” ujar Winarto di lokasi yang sama.

Pihak panitia, sambung Winarto, akan mempelajari persoalan regulasi. “Kalau kegiatan keagamaan hanya perlu pemberitahuan saja. Jadi acara ini bukan dilarang. Nanti panitia akan membicarakannya lagi ke Kemenag dan MUI, termasuk kepada Pemkot Bandung,” tutur Winarto.

“Jadi sudah clear. Enggak ada masalah. Semuanya memahami dan saling mempelajari,” kata Winarto menambahkan.

Sementara itu pihak panitia enggan memberikan komentar kepada wartawan berkaitan dengan persoalan tersebut. Ratusan umat Kristen yang sudah terlanjur datang, sempat melakukan doa bersama di area Gedung Sabuga. Pendeta Stephen Tong didaulat menyampaikan keterangan kepada jemaatnya.

Stephen meminta jemaatnya tetap tenang. “Nanti ada tim yang mempelajari. Jangan kecewa,” ucap Stephen.

Peserta KKR membubarkan diri dengan tertib pada pukul 20.30 WIB. Ketika situasi itu terjadi, sejumlah aparat kepolisian melakukan pengamanan di seputaran Gedung Sabuga. – detik.com

Apa komentar Anda jika acara keagamaan atau acara hari besar agama Anda dihentikan? Mari kita perkuat toleransi kita sebagai satu kesatuan masyarakat Indonesia yang memiliki aneka budaya, agama, bahasa, dan suku bangsa ini.

Video jemaat dan Pak Stephen Tong menyanyikan lagu Malam Kudus sambil diteriakin oleh para anggota PAS yang masuk ke dalam ruangan sehingga membuat gaduh suasana.

Sebarkan jika bermanfaat.

Incoming search terms:

Download videos ibadah kebaktian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *