Fitnah Apalagi Yang Kau Bangun Atas Foto Nana Memeluk Ahok?

Posted on 2,326 views

YUKBABE.COM -Sepertinya fitnah sudah menjadi makanan mereka yang tidak mempunyai hati nurani. Segala foto dan video selalu difitnah demi memenuhi nafsu jahat mereka. Sepertinya untuk berpikir adil sejak dalam pikiran tidak ada dalam kamus pikiran mereka. Inilah yang terjadi ketika mereka mengomentari serta membuat berita guna memenuhi nafsu jahat mereka terkait foto Ahok dan Bu Nana Riwayati, kakak angkat Ahok.

Mendadak gambar Bu Nana Riwayati kakak angkat Ahok sedang menangis sambil memeluk Ahok menjadi viral. Kebetulan dalam gambar itu, ada wajahku tampak sedang mengambil foto. Foto itu akhirnya dijadikan bahan propaganda haters seolah olah peristiwa di ruangan tersebut sebuah settingan dimana akulah sutradaranya.

Cukup kaget juga mendapat banyak inbox dari teman teman bahwa foto ini jadi viral heboh.

Aku sebenarnya malas menanggapi karena detail cerita kejadian telah aku tulis dalam postingan dengan judul ” Adikku Ini Baik Sekali, Isak Tangis Nana Kakak Angkat Ahok”.

Namun karena banyak sekali saran pendapat dari teman teman ada baiknya aku sampaikan apa yang terjadi.

Apa sesungguhnya yang terjadi?

Setelah sidang usai, Pak Ruhut, Pak Edi Prasetyo dan Pak Ahok berjalan cepat keluar dari ruang sidang. Mereka naik ke lantai 2 naik ke atas karena akan ada briefing dari kepolisian untuk menjelaskan jalur evakuasi keluar gedung pengadilan.

Di luar gedung massa pendemo yang berteriak tangkap Ahok..Tangkap Ahok..Tangkap Kafir Ahok semakin menjadi jadi, ramai dan keras sekali teriakan orasi mereka..

Kepolisian membriefing kondisi dan menjelaskan jalur evakuasi keluar gedung dari kerumunan massa.

Dalam ruangan seluas 2×3 meter itu tidak banyak yang bisa masuk. Kebetulan saya bersama Abang Angkat Ahok Andi Analta Amir diperbolehkan masuk kedalam ruangan. Dibelakang saya mengekor Bunda Ken Oyama Oshiwa, Ketua Relawan Mutiara Bangsa.

Tiba tiba masuk seorang perempuan paruh baya, berbaju kurung biru padu jilbab merah muda langsung mendekati Ahok sambil menangis sesunggukan.

Aku tidak mengenalnya sama sekali. Seketika seisi ruangan larut dalam kesedihan karena tangisan perempuan paruh baya itu cukup keras.

Aku bertanya dengan Abang Angkat Ahok yang duduk berhadapan denganku. Dari Abang angkat Ahok, Bang Andi akhinyya aku tahu, ternyata perempuan berbaju biru itu adalah kakak kandungnya, putri dari H. Andi Amir Baso, ayah angkat Ahok.

Seketika naluri jurnalisku menangkap momen ini sebagai sesuatu yang bernilai tinggi. Aku ambill beberapa scene gambar. Bunda Ken yang posisinya berdiri di pojok ruangan juga mengambil gambar. Salah satu gambar jepretan Bunda Ken kebetulan menangkap satu momen ketika aku sedang posisi mengambil foto.

Aku sama sekali tidak tahu foto ini karena fokus mengambil momen Nana bersama Ahok. Lalu mencatat setiap detail apa yang terjadi disana.

Sekitar pukul 19.00 Wib kemarin, aku tulis cerita pertemuan Bu Nana dan Ahok. Lima gambar jepretanku turut kuposting untuk memperkuat cerita yang kutulis.

Baca Juga :

Tadi siang, mendadak aku dapat sebuah foto dengan gambar aku sedang mengambil gambar seolah olah mengarahkan Bu Nana dan Pak Ahok. Seakan akan itu settingan by design.

Aku ingin bersumpah sebenarnya, tapi aku pikir jenis sumpah apapun aku lakukan tetaplah para pengecut dan tukang fitnah akan mengeluarkan jurus jurus fitnah keji hitam lainya. Tidak ada gunanya karena kerasukan roh fitnah ini telah berkarat demi kebencian dan mabuk kekuasaan.

Aku menelepon Bunda Ken selepas foto ini menyebar luas. Bunda Ken tidak menyangka jepretannya jadi senjata pemfitnah keji untuk memutar balikkan fakta. Bunda Ken seorang guru yang mengabdikan hidupnya mengajar anak anak kurang mampu. Ia hanya bisa berkata sungguh menyesal sekali.

Ya..jaman dunia jungkir balik ini mereka yang paling kencang bicara ayat ayat suci dengan begitu entengnya melakukan pemutarbalikkan fakta. Dengan enteng tanpa tabayun atau cross dan ricek, fitnah keji ditembakkan membabi buta tak peduli apa yang mereka propagandakan itu adalah dosa yang dibenci Tuhan.

Duhai kamu yang melakukan penistaan atas sebuah fakta… Berlaku adillah sejak dalam pikiran karena adil itu lebih dekat dengan taqwa.

Percayalah, emas difitnah hitam sebagai lumpur tidak akan mengurangi dan berubah kadar emasnya.

Menyedihkan sekali hidup kalian para pemfitnah keji.

Semoga ini bisa menjawab gambar gambar sesat menyesatkan model Buni Yani ini.

Teguk Equil dulu ahhh….glekk..glekk..glek…

Salam Perjuangan
Birgaldo Sinaga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *