YUKBABE.COM

Gara-gara Ahok Agus ‘Mengungkit’ Kasus Proyek Hambalang Yang Mangkrak

Saya hanya dapat menilai bahwa kritikan Agus memang terlihat waras, tapi sayangnya kurang cerdas dalam mengkritik yang akhirnya membuat orang jadi kebinggungan dan bertanya-tanya siapa sebenarnya yang dia kritik, bahkan terkesan mengkritik bapaknya sendiri. Dan yang ter-prihatin, dia sudah mengingatkan kita semua yang waras pada luka lama Hambalang. setuju…? Jika ada yang bertanya siapa yang Agus kritik Saya berani menjawab bukan Ahok
By
6,053 views 0
Ingat Agus Ingat Proyek Hambalang

YUKBABE.COM – Dalam Pilkada DKI Jakarta kali ini ada satu sosok yang tidak terlibat ‘aktif’ sebagai calon gubernur ataupun wakil gubernur namun namanya sering dikaitkan dalam kancah politik ini. Sampai-sampai ada yang menyebutnya ‘mr.prihatin’ dan benar-benar prihatin karena namanya disebut terus. Kali ini namanya disebut ketika mengkritik kinerja sarana olahraga DKI Jakarta. Ketika mengkritik hal ini spontan terpikir kasus mangkraknya proyek Hambalang. Dan yang makin ‘istimewa’ karena yang mengungkit hal ini adalah Agus, calon gubernur DKI Jakarta nomor urut 1 yang sering ‘mangkir’ dari acara debat cagub dan cawagub.

Sarana Olah Raga & Hambalang

Dalam masa kampanye untuk pilkada serentak 2017, memang sah-sah saja setiap pasangan calon saling kritik untuk menarik simpati warga untuk mendapatkan pemilih. sekali lagi ini sah-sah saja dan tidak ada yang melarang, ini juga bagian dari strategi setiap pasangan calon. Tujuan kritik juga sebenarnya ingin menunjukkan keperdulian atau keprihatinan pasangan calon terhadap warga yang dia kunjungi, misalnya saat Pak Anies kritik pengguna KJP yang tidak bisa digabung dengan KIP karena di Jakarta memang memiliki aturan tidak boleh double demi keadilan supaya pembagian kartu ini bisa tersebar rata, atau Pak Uno yang kritik KJP tidak bisa tarik tunai hingga ingin kembali ke KJP lama yang bisa ditarik tunai kalau kepilih. Ini menunjukkan bahwa mereka ada konsen dan perduli kepada kebutuhkan warga. Terlepas dari caranya benar atau salah itu sudah menjadi masalah lain, masuk dalam pelaksanaan dari program itu sendiri. Tapi minimal dengan kritik seperti ini bisa menunjukkan keperduliannya sehingga bisa menarik simpati warga untuk memilihnya. Sekali lagi ini sah-sah saja dalam masa kampanye sekarang ini, urusan waras ga waras kritikannya urusan nanti, intinya dapat simpati dulu, rakyat tau dulu keperdulian pasangan calon, soal nanti ditepati atau tidak ya itu urusan nanti, makanya sangat dibutuhkan kewarasan dan kecerdasan dari pemilih itu sendiri supaya tidak mudah tertipu janji manis pasangan calon, INGAT…!! jangan mau dibodohin pakai janji manis, karena kalau itu yang terjadi bukan janji manisnya yang salah tapi orangnya (pasangan calon) yang ketelaluan.. Terlalu kamu mas…. Bodohi saya pakai janji manismu… Kamu jahat.. Jahat… Loh kok melebar ke situ.

Yo wes, Kembali ke gadget, Namun kebebasan mengkritik sering tidak dibarengi dengan kewarasan atau kecerdasan yang berimbang, jadi bukannya dapat simpati dari warga malah dapat bullyan dari warga, misalnya saat Pak Anies menyebutkan Sungai bersih karena Foke, jangankan warga Jakarta, Search Enginenya Google yang tidak berhubungan dengan Ahok aja tidak bisa terima kritikannya Pak Anies, ini kan kritikan yang tidak waras yang sangat menjadi bumerang apalagi pengkritiknya seorang akademisi, mantan menteri pendidikan yang seharusnya kecerdasannya di atas rata-rata, untung aja tidak ada isu pemboikotan Google, mungkin memang bukan musimnya pada saat itu, puyink kepala onta kalau terjadi boikot pada Google, jadi tidak bisa nyari Hoax. Yah…. Intinya kritik itu sah-sah saja tapi mesti cerdas dan waras.

Agus Kritik Soal Sarana Olahraga

Selain Anies, Agus juga rupanya bisa menunjukkan keprihatinan dan mengkritik, kritikannya sebenarnya sangat waras, minimal lebih waras daripada soal sungai bersih yang sangat tidak waras yang dilakukan seorang mantan menteri. Jadi begini, Kemarin saat menghadiri HUT Persija ke-88 tanggal 28 November kemarin, Agus menunjukkan keperduliannya kepada olahraga saat melihat persija yang belum ada stadion, ini kritikannya :

“Pemimpin tidak memperhatikan olahraga itu keliru karena melalui olahraga Jakarta bisa dikenal,”

Intinya menurut Agus kalau ada pemimpin yang tidak memperhatikan olahraga, pasti pemimpin itu sudah keliru, yang perlu diingat bahwa yang Agus maksud itu olahraga secara umum dan tidak berfokus pada jenis olahraga serta tidak hanya berfokus pada sarana olahraga tertentu.

Tidak ada asap kalau tidak ada api, dan karena Agus kritik pasti memang ada sesuatu terhadap olahraga dan sebenarnya kritikan Agus itu tertuju kepada siapa. Dan biar tidak ada rahasia di antara kita, pada tulisan ini saya yang rada waras akan mencoba membongkar makna dari perkataan Agus, siapa yang sebenarnya Agus kritik.

Baca Juga :

Sebagai calon Gub DKI, yang akan melawan calon pertahana Ahok, banyak yang meyakinkan bahwa Ahoklah yang Agus kritik, mengingat Ahok memang belum menyiapkan stadion untuk persija dengan berbagai alasan yang pasti belum Agus ketahui. Maka untuk mengetahui kebenarannya, maka penting untuk kita telusuri bersama, apa yang sudah Ahok kerjakan terhadap olahraga, SUNGUH TERLALUUU kalau Ahok tidak perduli, mau Gua boikot Ahok aja kalau ini benar, dan ini hasilnya yang menunjukkan kalau Ahok benar-benar sangat serius memperbaiki olahraga di Jakarta:

Ahok Bangun Sarana Olah Raga Di Setiap RPTRA (Ruang Public Terpadu Ramah Anak).

Salah satu program Ahok untuk mengumpulkan warga dari sejak kandungan hingga lansia adalah RPTRA, dan warga bisa bersosialisasi dengan warga lain dalam RPTRA ini. Nah, dalam RPTRA ini selalu ada fasilitas lapangan olahraga yang berbeda-beda seperti voli, basket, futsal, dsb untuk mendukung hobi warga sekitar yang mengunjungi RPTRA.
Ahok Resmikan 6 Lapangan Sekaligus Di Lapangan Olahraga Plaza Timur Monas yang terdiri dari : 4 Futsal, 1 Voli, 1 Basket, dan sebagai pendukung, Ahok rencana bangun WC yang nyaman supaya para pengunjung bisa mandi setelah olahraga.

Ahok Bangun Skatepark Di Kalijodo

Kalijodo yang dulunya kawasan kumuh dan esek-esek, kawasan yang rawan premanisme, sekarang berubah bentuk menjadi Taman kalijodo, yang katanya akan ada skatepark terbesar se Asia Tenggara, yang akan selesai bulan Desember 2016, hingga tulisan ini turun, kalijodo sudah selesai 90an%.

Ahok Rencana Bangun Stadion Di Tanah BMW

Ahok memang tidak ada rencana membangun stadion untuk Persija dengan berbagai alasan, seperti rupanya Persija itu milik swasta yang artinya Pemprov DKI tidak memiliki saham sama sekali di club persija.Meskipun demikian Ahok ada rencana mrmbangun stadiun mewah di tanah BMW

Ahok rencana bangun taman dan sarana olahraga di Lapangan Banteng Jakarta Pusat yang rencana akan selesai pada Agustus 2017, dengan menggunakan CSR, TANPA menggunakan APBD DKI.

Selain sarana, ada beberapa program Ahok yang sudah Ahok lakukan untuk meningkatkan Qualitas olahraga di DKI jakarta :

Festival Rusun Cup, ini ajang olahraga sepak bola yang dicanang Ahok untuk para anak-anak penghuni rusun, supaya bisa meningkatkan minat olahraga sepakbola sejak kecil, lewat program ini diharapkan bisa menumbuhkan calon-calon pesepakbola handal yang sudah dilatih sejak kecil, program ini tidak tanggung-tanggung pemenang akan dikirim ke luar negeri untuk latihan, contohnya pada Rusun Cup 2015, dimenangkan oleh Rusun Daan Mogot, dan mereka dikirim ke Barcelona, dan dalam 2x pertandingan melawan Barcelona, Tim Indo menang dua-dua dengan score 3-2 dan 5-2. Sedangkan untuk Rusun Cup 2016 sudah dikirim ke club Valencia di Spanyol yang lagi-lagi dimenangkan Rusun Daan Mogot. Iri ga loe? Lihat anak-anak rusun ke Spanyol? Kalau masih anggap Ahok tidak manusiawi pada anak-anak rusun yang akan jadi penerus bangsa, pasti ada yang tidak beres dengan otak mereka. Ada ketidakwarasan di sini.

Dengan mengetahui apa yang sudah Ahok lakukan terhadap olahraga di DKI, kalau masih ada yang kritik Ahok tidak perduli pada olahraga, pasti ada ilmu kekeliruan pada orang tersebut, dan ini sangat prihatin.

Jujur, Agus Mengingatkan Kita Pada Proyek Hambalang

Secara sengaja ataupun tidak sengaja, Agus itu sudah membawa kita ke luka lama setiap orang-orang yang waras dan bisa berpikir logis yaitu kasus Proyek Hambalang? Yang kemarin sempat heboh kembali dengan kunjungan Pak De Jokowi ke sana pada tanggal 18 Maret 2016, aksi geleng-geleng kepala Pak De yang sudah merusak 1 bulan Tour De Javanya Pak sby. Ini kan ibaratnya kita sudah punya rencana untuk melupakan mantan pacar kamu yang pernah melukai kamu, tapi kamu SECARA TIDAK SENGAJA diingatkan kembali pada luka itu, kan rasanya SAKITTT… SAKITTT BRO…

Saya rasa tidak perlu jelaskan panjang x lebar yang sama dengan luas mengenai Proyek Hambalang, karena yakin kita semua sudah mengetahui walau hanya sekilas, jadi saya jelaskan intinya saja, Proyek Hambalang itu Proyek mangkrak sarana pendidikan dan olahraga yang ada di Bogor yang proyeknya dimulai dikerjaan saat Pak SBY masih menjabat sebagai Presiden, yang diakibatkan oleh korupsi oleh kader atau menterinya Pak SBY yang sebagiannya pernah muncul di iklan dengan slogan “Katakan Tidak Pada(hal) Korupsi”. Dan saat ini proyek ini sudah sangat berhasil menjadi hunian untuk para hantu hambalang yang memang dari dulu membutuhkan hunian, ihhh.. Atut ahh…

Walaupun Agus sudah mengingatkan kita pada Kasus Hambalang, bagaimanapun saya merasa Agus tidak akan mengkritik Pak SBY, mengingat Pak SBY itu bapaknya si Agus, dan ini fakta yang tidak bisa diragukan oleh siapapun, kalau ada yang meragukan hal ini, jujur dan serius ini bukan urusan saya, dan resiko ditanggung masing-masing orang yang meragukannya. Selain itu, ini akan sangat memprihatinkan kalau seandainya Agus ini benar-benar sampai mengkritik Pak SBY. Benar-benar Prihatin, seprihatin Proyek Hambalang yang mangkrak.

Sebagai kesimpulan dari artikel ini :

Saya hanya dapat menilai bahwa kritikan Agus memang terlihat waras, tapi sayangnya kurang cerdas dalam mengkritik yang akhirnya membuat orang jadi kebinggungan dan bertanya-tanya siapa sebenarnya yang dia kritik, bahkan terkesan mengkritik bapaknya sendiri. Dan yang ter-prihatin, dia sudah mengingatkan kita semua yang waras pada luka lama Hambalang. setuju…?

Jika ada yang bertanya siapa yang Agus kritik

Saya berani menjawab bukan Ahok, sedangkan soal kritik Pak SBY atau bukan, atau ada orang lain yang dikritik, kita harus tanyakan pada Rumput Hambalang atau baju lengan panjang yang bergoyang. tapi intinya bukan Ahok yang Agus kritik. – sumber: seword.com

Oh, rupanya Agus tidak mengkritik Ahok tetapi mengungkit fakta atau membuka luka Hambalang.

Sebarkan biar ga kura-kura…

Yuk bagikan berita/artikel ini supaya banyak yang baca dan tahu. Silahkan berkomentar dengan santun.

No Comments

Leave a Reply