Jawaban Ahok Soal Bonus Atlet PON DKI Jakarta Yang Disunat dari 1 M Menjadi 200 Juta

Posted on 5,560 views

YUKBABE.COM – Sampai kapan acara sunat menyunat ‘bonus’ bagi yang harus mendapatkan dipermainkan? Dulu kita ingat, para petugas kebersihan sampah, penjaga waduk, dll gaji mereka sering disunat. Hanya di jaman Ahok saja nasib mereka diperhatikan. Nah, sekarang Ahok lagi non-aktif karena harus cuti untuk ikut pilkada DKI Jakarta sebagai calon gubernur nomor urut dua. Salam 2 jari tentunya.

Jawaban Ahok Soal Bonus Atlet PON DKI Jakarta Yang Disunat dari 1 M Menjadi 200 Juta

Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok) belum mengetahui ihwal protes yang dilayangkan kontingen atlet DKI kepada Plt Gubernur Sumarsono. Protes itu terjadi lantaran bonus PON XIX/2016 yang diberikan pemerintah provinsi DKI tidak sesuai dengan perjanjian awal.

Saat menjabat sebagai Gubernur DKI, Ahok menjanjikan bonus Rp 1 miliar kepada peraih medali emas dalam PON XIX/2016. Namun pada kenyataannya, Plt Gubernur DKI Sumarsono hanya memberikan Rp 200 juta untuk peraih medali emas.

“Makanya saya enggak tahu. Saya pengen per klub dikasih Rp 1 miliar, yang emas Rp 1 miliar,” kata Ahok di RPTRA Kalijodo, Jakarta Utara, Sabtu (17/12).

Menurut Ahok, janji bonus Rp 1 miliar itu sudah sesuai dengan komitmen Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jakarta. Di samping itu, besarnya bonus menjadi stimulus agar atlet provinsi terus berkembang.

“Supaya klub bisa hidup. Saya sama KONI sama. Kalau anda mencari atlet kan dari klub. Karena di luar negeri atlet bagus karena klub ada nilai yang bisa jual iklan. Kan klub kita belum bisa. Kalau belum bisa, siapa yang beli mereka? Pemda, pemerintah. Jadi kalau belum laku swasta, kita yang beli dengan syarat harus juara bukan bagi rata,” ujar Ahok.

Mantan Bupati Belitung Timur ini menambahkan, pemberian bonus Rp 1 miliar sebetulnya sudah disepakati akan ditransfer secara langsung. Kesepakatan itu dibangun untuk menghindari adanya dugaan bahwa pemprov DKI tidak transparan.

“Sudah kita gariskan ke kepala dinas, KONI DKI dan sudah sepakat semua makanya semua klub meresmikan suratnya agar punya rekening bank. Kenapa rekening bank? Karena saya nggak mau cek tapi bentuk transfer. Semua transfer. Sehingga saya bisa ikutin uang buat apa saja. Misal saya kasih cek Rp 1 miliar, tahu-tahu dia narik Rp 500 juta cash, ada apa klub ini?” jelas Ahok.

Seperti diketahui, kontingen atlet DKI memprotes Sumarsono pada Jumat (16/12) malam di Balaikota, Jakarta. Kontingen membawa serta spanduk bertuliskan “Sejarah sudah kami torehkan di pentas olahraga untuk Jakarta. Tapi yang kami dapat hanyalah janji-janji palsu. Janjimu palsu.”

Baca Juga :

    Pemprov DKI sudah mentransfer bonus sebesar Rp 200 juta kepada peraih medali emas, Rp75 juta untuk peraih medali perak

    dan perunggu Rp 30 juta. Bonus itu jauh lebih kecil dari yang dijanjikan Ahok yakni Rp 1 miliar. Bukan tanpa alasan, dibatasinya jumlah bonus tersebut karena disesuaikan dengan kebijakan Kemenpora bahwa uang bonus daerah tidak boleh melebihi bonus yang diberikan negara yaitu minimal Rp 200 juta.

    Sanggahan Pihak Kemenpora Terhadap Alasan PLT Soni Sumarsono

    Pandangan Sumarsono tersebut disanggah oleh pihak Kemenpora. Kepala Bidang Komunikasi Publik Kemenpora Gatot S Dewa Broto menegaskan Permenpora 1684/2015 dibuat sebagai imbauan kepada pemerintah daerah agar tidak menghambur-hamburkan anggaran untuk bonus.

    “Peraturan itu sifatnya menyarankan dan tidak ada sanksi. Kami tidak akan melarang kalau ada pemerintah daerah memberikan lebih dari yang tertulis di Permen,” ujar Gatot.

    Dan perlu dicatat bahwa pemberian bonus 200 juta itu masih kalah dengan pemberian bonus Provinsi Kepulauan Riau menyerahkan Rp225 juta untuk peraih emas nomor perorangan, Jawa Timur sekitar Rp215 juta, Jawa Barat Rp275 juta dan Aceh Rp250 juta.

    Jadi, memang akan seperti Jakarta 5 tahun ke depan sangat ditentukan siapa yang kita pilih nanti di pilkada DKI Jakarta. Mau Jakarta maju dan menjadi kota percontohan maka mau tidak mau Ahok adalah pilihan utama dan terbaik.

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *