Jenderal Tito Perintahkan Tangkap Ormas Yang Razia Atribut Natal Sembarangan – Ingat Fatwa MUI Bukan Hukum Positif

Posted on 395 views

YUKBABE.COM – Maraknya aksi sweeping FPI terkait atribut Natal membuat risih dan menimbulkan ketakutan. Para anggota FPI mengatakan itu sosialisasi tapi yang dirasakan masyarakat adalah intimidasi dan pemaksaan. Jika sosialisasi tidak perlu gerombolan sambil membawa massa yang banyak. Besar harapan polisi dapat bertindak tegas karena aksi ini menganggu aktivitas umat yang mau merayakan hari besar agamanya. Seharusnya mereka dapat belajar dari muslim di Palestina, muslim di Irak, muslim di London yang begitu menjunjung toleransi antar umat beragama.

Dikutip dari cnnindonesia.com – Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian meminta jajarannya menindak tegas organisasi kemasyarakatan yang menggelar sweeping atau razia atribut Natal dengan kekerasan.

Munculnya sweeping ini berawal dari fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang melarang penggunaan atribut Natal bagi umat beragama lain. Fatwa ini, menurut Tito, yang menjadi rujukan beberapa ormas untuk melakukan razia atribut Natal ke mal atau pertokoan.

“Saya sudah perintahkan pada jajaran kalau ada ormas yang sweeping dengan cara anarkis, tangkap dan proses karena itu pelanggaran hukum,” ujar Tito ditemui di Rawamangun, Jakarta Timur, Senin (19/12/16).

Tito mengatakan razia yang dilakukan secara ramai dan bergerombol di pusat perbelanjaan ini menimbulkan rasa takut di masyarakat. Menurutnya, jika MUI ingin mengeluarkan imbauan mestinya dapat dilakukan dengan sosialisasi melalui cabang MUI di sejumlah daerah.

“Saya nanti akan koordinasi dengan MUI supaya dalam mengeluarkan fatwa mempertimbangkan juga toleransi kebhinekaan Indonesia,” katanya.

Tito juga mengimbau pada ormas agar memaknai bahwa fatwa MUI bukan hukum positif di Indonesia. Oleh karena itu, ia berharap agar ormas dapat melakukan sosialisasi dengan cara yang lebih baik dan tidak membuat takut masyarakat.

“Kalau ada pelanggaran hukum, pengancaman, mengambil atribut, sampai penganiayaan yang dilakukan ormas, tangkap! Itu namanya kekerasan. Kita tidak boleh kalah, masyarakat harus dilindungi,” tegasnya.

Panglima Laskar Front Pembela Islam (FPI) Maman Suryadi menyatakan pihaknya tidak melakukan sweeping. “Kami hanya mengimbau kepada teman-teman karyawan yang beragama Islam untuk tidak memakai atribut terkait perayaan Natal,” kata Maman saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (19/12/16).

Baca Juga :

Pernyataan Maman tersebut dibenarkan oleh pihak kepolisian di Surabaya bahwa kegiatan atau aksi FPI DPD Jatim ke mal dan pusat perbelanjaan di Surabaya adalah sosialisasi fatwa MUI, bukan sweeping.

Kapolrestabes Surabaya Komisaris Besar Muhammad Iqbal mengatakan, dalam kegiatan sosialisasi tersebut, perwakilan ormas bertemu dengan pengelola mal untuk menjelaskan keberadaan fatwa MUI soal atribut Natal.

Iqbal membantah tudingan bahwa polisi memberikan pengawalan pada kegiatan FPI itu. “Polisi memberikan pengamanan dalam kegiatan masyarakat,” kata Iqbal.

Segera tangkap ormas Islam yang menciptakan keresahan dan razia sembarang. Atribut Natal tidak akan membuat umat Islam auto-murtad. Tindakan FPI justru menistakan umat Islam. Karena iman Islam tidak sedangkal itu. Sebarkan jika setuju.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *