YUKBABE.COM

Kasihan Sekali, Habiskan Banyak Dana untuk Kasus Penistaan Agama, Eh… Malah Lambungkan Ahok di Petarungan Pilkada

By
459 views 0

YUKBABE.COM – Tidak dapat dipungkiri bahwa Ahok memiliki popularitas dan pendukung loyal yang sangat vokal. Itulah sebabnya banyak tokoh yang berasusmi bahwa gerakan 411, 212, dan sidang Ahok ini hanyalah ‘acara’ buat habisin si Ahok.

Berikut ini kutipan berita dari pos detikmetro.com terkait berita ini: Saat kasus Ahok pertama kali bergulir, kita semua khawatir bahwa Ahok akan dikriminalisasi secara vulgar. Takut bahwa para hakim dan jaksa akan mencari-cari kesalahan Ahok dan menjatuhkan vonis penjara agar Ahok tidak bisa ikut Pilkada Jakarta lagi. 

Tetapi kita bisa lihat sekarang, sidang Ahok dijalankan secara terbuka dan bisa terlihat siapa yang main-main dan siapa yang serius. Diluar ruangan sidang FPI malah menyuarakan tangkap Ahok padahal sidang sedang berjalan. Mau tidak mau hal ini menunjukkan bahwa Ahok merupakan pihak yang dizolimi.

Proses Kasus yang Tidak Lazim

Pasal yang dikenakan ke Ahok merupakan pasal karet. Pidato Ahok yang tidak mengejek, tidak merendahkan dan hanya menyampaikan fakta pun bisa dinyatakan sebagai penistaan agama. Penetapan Ahok sebagai tersangka pun merupakan hasil demo, bila tidak demo maka kasus Ahok akan ditunda hingga pilkada selesai sesuai instruksi Kapolri. Berbahagialah para kaum sesapian ini, demo mereka berhasil sehingga bayangan bahwa pemimpin kafir masuk penjara sudah merasuk ke dalam pikiran mereka

Dana masih ada, mereka langsung merencanakan aksi bela Islam jilid 3, bertujuan langsung untuk menangkap. Mereka berharap bahwa demo mereka berbuah manis seperti demo sebelumnya. Namun Pak Jokowi memiliki rencana rahasia, sebelum demo dimulai ditangkap satu per satu provokator dan pelaku makar. Langsung terdiamlah para provokator yang luput dari sasaran polisi, takut ditangkap. Setelah ini terjadi sepertinya mereka kapok membuat demo lagi.

Kasus penistaan agama Ahok yang semula dijanjikan terbuka dan disiarkan live malah dihalang-halangi dewan pers. Apapun alasannya hal ini sangat aneh, pengadilan bertujuan untuk mencari siapa yang benar dan siapa yang salah. Mengapa bisa dihimbau agar tidak disiarkan live? Tetapi akhirnya disiarkan live juga sehingga kita bisa melihat betapa lucunya kasus ini

Kampanye Biaya Milyaran, Gratis!!

Bila ingin muncul di stasiun TV terkenal dan media cetak terkenal maka bisa dilakukan 2 hal : Melakukan hal yang bombastis ataupun meminta agar diliput. Agus salah satu contohnya, konsep futuristik kota apung yang dicanangkannya langsung viral. Tetapi berefek buruk kepada Agus, di-bully habis-habisan kemudian ngeles seribu alasan agar tidak kelihatan tidak mampu. Ahok lain lagi, semua media meliputnya gratis.

Gratis disini dalam arti tidak perlu telepon wartawan maka mereka akan datang sendiri. Disiarkan ke seluruh Indonesia tanpa perlu membayar sepeserpun. Dan lebih hebatnya Ahok malah didukung, bukan di-bully seperti Agus. Ahok terlihat sebagai korban kriminalisasi dengan tujuan agar tidak bisa ikut Pilkada Jakarta. Kita bisa melihat seberapa masifnya efek disiarkannya live sidang kasus Ahok, elektabilitasnya kembali naik saat semakin banyak orang sadar apa yang sebenarnya terjadi.

FPI pun terkena batunya, mereka semakin dikenal sebagai ormas anarkis. Saat sidang berlangsung mereka masih ngotot agar Ahok ditangkap. Saat merasa diatas angin akhirnya FPI melakukan blunder besar, Habib Rizieq dilaporkan ke polisi akibat komentarnya yang menghina umat kristen. Menuduh orang mennistakan agama, eh malah asik menistakan agama lain. Mungkin mereka tidak punya cermin dirumahnya, sehingga tidak tahu malu atas apa yang telah dilakukannya.


Pertahana Berdasarkan Kualitas

Dana kampanye yang sudah dikumpulkan Ahok sudah berjumlah 48 milyar. Mereka tidak perlu lagi  mengiklankan diri secara besar-besaran karena sidang yang disiarkan live sudah melakukan itu untuk mereka. Tidak seperti Agus dan Anies yang wajib mengiklankan diri secara Sistematis Terstruktur dan Masif. Saat paslon lain menebar janji dit maka Ahok menjanjikan bahwa Jakarta akan bertaraf Internasional.

Belum ada Paslon lain yang berteriak lantang melawan korupsi seperti Ahok. Hanya Ahok yang berani secara langsung melawan DPRD, menertibkan pemukiman kumuh dan illegal, serta membenahi birokrasi yang sudah biasa mempersulit masyarakat. Yang lain hanya memberikan konsep dan teori, Ahok langsung memberikan solusi. Data-data yang dipegang Ahok pun sangat valid dan sulit dibantah, Jakarta sudah semakin maju. Ini contoh salah satu pertahana yang elektabilitasnya tinggi karena kualitas, bukan karena masyarakat sudah ‘terbiasa’ dengan pertahana tersebut.

Ahok sendiri juga tahu sidang ini merupakan ajang kampanye terbaik. Akan terlihat siapa yang memang licik menginginkan dirinya mundur. Saat lawan politiknya melakukan blunder, Ahok semakin memantapkan langkahnya kembali ke kursi DKI-1. Bila tidak ada demo besar-besaran lagi seharusnya Ahok akan menang secara telak di Jakarta. (05/01/2017) (sumber: seword.com)

Yuk bagikan berita/artikel ini supaya banyak yang baca dan tahu. Silahkan berkomentar dengan santun.

No Comments

Leave a Reply