YUKBABE.COM

Pemimpin Dunia Salut dan Takjub Akan Kepemimpinan Presiden Jokowi – Bagaimana Dengan Anda?

“Today I met an amazing leader. But yesterday was the story of a great man becoming a legend an honest man, a man of the people. Not many bodyguards but willing to meet his people to care for his people. Confronting problems head on. Im not Indonesian but I’m Asian and I for one am proud that there is leader like Presiden Jokowi. You have my total support and respect and admiration. Great leadership is about honesty, putting people first, humility and making tough decisions and believing in your team.”
By
4,371 views 0


YUKBABE.COM – Ada pepatah yang mengatakan pemimpin yang besar adalah pemimpin yang menghargai pahlawannya. Bangsa yang menghargai para pemimpinnya. Jika kita tidak menghargai pemimpin kita, bagaimana bisa mengharapkan bangsa lain tunduk dan hormat pada pemimpin kita? Jika presiden kita tidak dihargai bagaimana orang luar negeri mau menghargai bangsa kita? Mau menghargai Anda sebagai bagian dari bangsa Indonesia?

Saat ini, banyak pemimpin dunia salut dan takjub akan kepemimpinan Presiden Jokowi. Banyak yang iri karena Indonesia memiliki presiden dengan leadership yang luar biasa. Pemimpin yang merakyat dan bekerja dengan hati untuk kemajuan bangsanya. Walaupun, masih banyak yang belum sadar dan masih gagal move-on dari pilpres waktu itu.

Pemimpin Dunia Salut dan Takjub Akan Kepemimpinan Presiden Jokowi – Bagaimana Dengan Anda?

Pemilik AirAsia Hormat dan Bangga pada Presiden Jokowi

Kedatangan Presiden Jokowi ke Monas pada aksi 212 ternyata mendapat respon dari Tony Fernandes, pemilik Airasia, maskapai penerbangan murah terbaik di dunia saat ini. Dalam akun facebooknya, Tony menuliskan:

“Today I met an amazing leader. But yesterday was the story of a great man becoming a legend an honest man, a man of the people. Not many bodyguards but willing to meet his people to care for his people. Confronting problems head on. Im not Indonesian but I’m Asian and I for one am proud that there is leader like Presiden Jokowi. You have my total support and respect and admiration. Great leadership is about honesty, putting people first, humility and making tough decisions and believing in your team.”

[baca juga : [viral] Sandiaga Sempat Ucapkan Selamat Hari Korupsi Lewat Twitternya]

Sebagai rakyat Indonesia, sungguh saya merasa lebih beruntung dari Tony Fernandes. Karena saya bisa langsung membanggakan dan mengagumi Presiden saya sendiri, Presiden Indonesia. Jika Tony saja sampai membawa-bawa warga Asian untuk bisa merasa memiliki seorang Jokowi, saya tak perlu menyebut sebagai warga Asian. Saya rakyat Indonesia dan Jokowi adalah Presiden negara saya. Tentu saja saya lebih bisa memiliki kebanggaan secara langsung dibanding Tony Fernandez.

Selain Tony Fernandez, mungkin banyak orang di luar sana yang begitu takjub dengan keberanian dan kepercayaan diri seorang Jokowi. Beberap teman saya di negara tetangga sempat mengatakan hal yang sama, pada intinya mereka sepakat bahwa itu keputusan yang pasti tak akan pernah berani dilakukan oleh pimpinan negara mereka.

Secara protokoler pemerintahan, memang kedatangan Jokowi ke Monas itu sangat membahayakan. Tak ada Paspampres dari negara manapun yang berani mengawal pimpinannya untuk hadir di acara seperti itu. Bahkan meski Amerika sekalipun.

Malam sebelum aksi 212, sebenarnya saya sempat menanyakan pada informan seword terkait kemungkinan Presiden nekat mendatangi massa. Sebab pada 411 sebenarnya Jokowi mau shalat jumat di istiqlal, namun semua orang di lingkaran istana tak ada yang mengijinkan. Saat massa sudah berkumpul dan menuntut bertemu Presiden, Jokowi juga sempat ingin kembali ke istana, mengakhiri blusukannya. Namun itupun dilarang oleh pengamanan istana, sebab tidak memungkinkan. Jawaban informan seword malam itu “ga akan ada yang berani rekomendasi keputusan seperti itu.”

Sampai menjelang siang, saya pikir Jokowi tak akan bisa menemui massa, sebab terlalu beresiko untuk mengawalnya dan kalangan istana pasti akan berusaha untuk menolak keinginan Jokowi. Anggit Noegroho, sekretaris pribadi Jokowi, adalah orang terakhir yang diminta membujuk agar membatalkan keinginan Jokowi. Namun Anggit pun tak bisa menolak.

“Kalau wajah Pak Jokowi seperti itu (keras dan serius) saya hafal sekali, kemauannya tak bisa ditolak. Jadi saya cuma bilang ‘Ya Pak, nanti pengamanan disiapkan’.” Cerita Anggit.

Jadi memang kedatangan Presiden Jokowi ke Monas adalah sejarah luar biasa bagi negeri ini, untuk keberanian seorang Jokowi dan kepercayaannya kepada tim pengamanan. Kita pun terpaksa sepakat dengan Tony, bahwa apa yang bisa dilihat dari Jokowi adalah contoh pemimpin yang luar biasa. Tulus, mengutamakan rakyat, kerendahan hati dan percaya pada tim.

Sebenarnya ini bukan yang pertama kalinya Tony Fernandes salut dengan Jokowi. Dulu saat ada kecelakaan Airasia, Tony juga memuji Presiden kita ini.

“Pak Jokowi merupakan Presiden yang luar biasa (amazing). Dia menyempatkan waktu untuk melihat and fokus membantu pencarian pesawat ini. Pak Jokowi bilang pada saya untuk mengerahkan segala aset dan tenaga ke lokasi, kita akan bekerja secara cepat. Dan diharapkan evakuasi bisa selesai besok.”

Kecelakaan Airasia ini terjadi setelah tragedi hilangnya Malaysia Air. Dunia menyorot dua pemimpin negara, Indonesia dan Malaysia. Memang berbeda. Terlebih nasib Airasia lebih beruntung, karena hanya dalam hitungan jam timsar Indonesia sudah bisa memastikan lokasi bangkai pesawat. Sementara Malaysia Air tak ditemukan sampai sekarang.

Selain Tony, sebenarnya ada banyak rakyat Malaysia dan Singapore yang juga suka dengan kepemimpinan Jokowi. Media tetangga sempat riuh karena Jokowi datang ke Singapore dengan pesawat ekonomi, datang sebagai pribadi, bukan sebagai Presiden Indonesia. Mereka menilai ini contoh Presiden yang baik, bisa membedakan urusan negara dan pribadi. Tapi memang yang pernah berurusan langsung dengan Jokowi mungkin hanya Tony Fernandes ini. Sehingga beliau bisa merasakan bagaimana sikap seorang Jokowi.

[baca juga :[Apa Komentar Anda?] Jika Ibadah Hari Raya Anda Dihentikan – Refleksi Pembubaran Kebaktian Natal di Sabuga Bandung]

Penampilan Paspampres

Sejak Presiden Jokowi dilantik, Paspampres diminta berpakaian yang lebih membaur dan ramah dengan masyarakat. Maka dipilihlah batik lengan panjang celana hitam. Atau kemeja putih, jas dan celana hitam. Ini yang sering kita lihat selama Jokowi menjadi Presiden Indonesia. Termasuk saat aksi 411.

Namun saat aksi 212, paspampres mengenakan seragam aslinya, baju loreng dan baret biru muda. Saya kurang tau apa alasannya, tapi sebaiknya memang begitu, sebab kalau masih menggunakan batik dan jas, kesan sangarnya kurang terasa. Tidak pas kalau untuk menemui massa sebanyak itu, Jokowi masih meminta Paspampresnya membaur.

Selain baju loreng, ada juga penampakan tas ransel yang dipakai oleh beberapa paspampres. Menurut prediksi dan dugaan banyak orang, itu merupakan alat detektor bom.

Terakhir, kita patut bersyukur memiliki Presiden seperti Jokowi. Disukai dan dibanggakan oleh banyak orang. Dan tidak berlebihan kalau kita senantiasa berdoa semoga terus diberi kesehatan untuk memimpin negeri ini.

Begitulah kura-kura.- seword.com

Pemilik AirAsia Hormat dan Bangga pada Presiden Jokowi. Banyak Pemimpin Dunia Salut dan Takjub Akan Kepemimpinan Presiden Jokowi – Bagaimana Dengan Bangsanya Sendiri? Sudah saatnya rakyat Indonesia bersatu mendukung pemimpin bangsa kita guna mewujudkan bangsa yang berdaulat – adil – dan makmur di seluruh nusantara. Hilangkan perbedaan eratkan persatuan.

Sebarkan supaya semua rakyat Indonesia tahu…

Hiduplah Indonesia Raya…

Yuk bagikan berita/artikel ini supaya banyak yang baca dan tahu. Silahkan berkomentar dengan santun.

No Comments

Leave a Reply