YUKBABE.COM

[video] Apa Kata Hati Masyarakat Kepulauan Seribu yang Tak Terima Ahok Dituduh Menistakan Islam setelah Pidato di Tempat Mereka? Mengharukan Sekali Membacanya…

By
469 views 0

YUKBABE. COM – Kasus yang menimpa Ahok berawal dari pidatonya di Kepulauan Seribu. Kemudian pidato Ahok itu dipotong dan diedit dengan durasi 13 detik, dan mendadak video itu viral dan mengundang demo 411 dan 212. Namun apa kata mereka yang ada di tkp pada saat itu? Apakah mereka marah dan mengecam perkataan Ahok? Yuk disimak dari kutipan detikmetro.com berikut ini…
Gubernur DKI Jakarta non aktif, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tersangkut kasus dugaan penistaan agama. Gara-garanya video pidato Ahok pada Selasa, (27/09/16), di Kepualauan Seribut, yang kemudian dipotong dan diupload netizen Buni Yani disebut sebagai menistakan agama, terkait al-Maidah 51. Ahok dianggap menistakan Islam karena menyebut al-Maidah 51 dalam pidatonya di depan masyarakat Kepulauan Seribu.Dalam pidatonya Ahok secara tak langsung menyinggung urusan Pilkada DKI di mana ia menjadi salah satu Cagubnya. Ahok mengatakan masyarakat Kepulauan Seribu tak perlu khawatir program-programnya tidak berjalan meski penduduk tak memilihnya di Pilkada nanti.
“Kan bisa saja dalam hati kecil Bapak Ibu, nggak bisa pilih saya karena dibohongi (orang) pakai Surat Al Maidah 51 macam-macam itu. Itu hak Bapak Ibu. Kalau Bapak Ibu merasa nggak bisa pilih karena takut masuk neraka, dibodohin, begitu, oh nggak apa-apa, karena ini panggilan pribadi Bapak Ibu. Program ini (pemberian modal bagi budi daya kerapu) jalan saja. Jadi Bapak Ibu nggak usah merasa nggak enak karena nuraninya nggak bisa pilih Ahok,”Dalam potongan video yang kemudian diunggah Buni Yani, dalam pengantarnya disebutkan, “PENISTAAN TERHADAP AGAMA? [Pemilih Muslim] ‘dibohongi surat Al-Maidah 51’….”

Terdapat perbedaan signifikan antara pengantar Buni Yani dan pidato Ahok secara utuh. Buni dalam pengantarnya mengawali dengan kalimat “Penistaan Terhadap Agama?” yang kemudian diikuti, “dibohongi al-Maidah 51″. Buni Yani menghilangkan kata ‘pakai’ dari pidato Ahok yang seharusnya ‘..dibohongi pakai al-Maidah 51’. Pada kutipan yang dibuat Buni Yani, dapat disimpulkan bahwa Ahok menyebut al-Maidah bohong atau al-Qur’an bohong. Sedang kalau ‘dibohongi pakai..” berarti Ahok mengatakan bahwa ada oknum orang yang menggunakan al-Maidah membohongi masyarakat. Disinyalir lantaran hal inilah kemudian persoalan ini bak bola salju, menjadi masalah besar bagi negeri ini, karena menyulut kemarahan umat Islam yang berhasi diprovokasi.

Lalu bagaimana tanggapan masyarakat Kepulauan Seribu yang di hadapan mereka kasus ini bermula?

Simak video, Kata Masyarakat Kepulauan Seribu terkait kunjungan Ahok yang berakhir Tuduhan Penistaan Agama:

Apa komentar Anda?

Yuk bagikan berita/artikel ini supaya banyak yang baca dan tahu. Silahkan berkomentar dengan santun.

No Comments

Leave a Reply