[WAJIB NONTON] Islam dan Politik Menurut Pandangan Nouman Ali Khan, Salah Satu dari 500 Muslim Paling Berpengaruh di Dunia

Posted on 844 views

YUKBABE.COM – Siapa itu Nouman Ali Khan? Beliau adalah pendiri Bayyinah pada tahun 2006, setelah sebelumnya menjabat sebagai profesor bahasa Arab di Nassau Community College. Kediamannya saat ini di Dallas, Texas. Dia juga kuliah internasional pada hal-hal Tafsir dan belajar bahasa Arab untuk memahami Quran. Dia dinobatkan salah satu dari 500 Muslim paling berpengaruh di dunia oleh Royal Islamic Strategic Studies Centre Yordania.

Pendidikan awal di Arab dimulai di Riyadh, Arab Saudi dan terus di Pakistan. Pelatihan bahasa Arab yang serius dimulai pada tahun 1999 di Amerika Serikat. Dia telah mengajar Standard modern dan klasik Arab di berbagai tempat selama beberapa tahun dengan lebih dari 10.000 siswa nasional. Nouman Ali Khan mengajarkan tentang agama Islam melalui pidato videonya. Dia juga sering berbicara di Lingkaran Islam Amerika Utara Konvensi tentang Islam, keluarga, dan topik kehidupan lainnya.

Dan berikut ini adalah video beliau ketika memberi jawab kepada seorang wanita yang menanyakan politik dan agama Islam.

“Ustad, Saya ingin bertanya kepada Anda tentang pendapat Anda terhadap Islam dan Politik. Di akhirat nanti, kita akan dimintai pertanggungjawaban atas alasan kita memilih seorang pemimpin. Dimana di Malaysia akan diadakan pemilihan umum. Kami memiliki 2 partai. Satu partai pendukung dan menyatukan Islam. Partai lainnya mendukung dan menyatukan bangsa dan ras di Malaysia. Apa pendapat Anda?”

Dan jawaban dari Nouman Ali Khan sangat mengagetkan dan jauh berbeda dengan pola pikir peserta 411 anda 212. Nouman Ali Khan bercerita di awal studinya tentang Al-Qu’ran, ia menemukan ada hubungan yang mendalam antara Islam dan politik. Dan dia melihat bahwa cara para muslim membahasnya saat ini tidak terlalu sesuai dengan Al-Qu’ran (semoga AA, Habieb, dkk bisa nonton video ini juga…)

Menurutnya ada 1 ayat di dalam Al-Qur’an yang berbicara tentang pemerintahan, yaitu : “Alladziina in makkannaahum fil-ardhi (QS. Al-Hajj ayat 41)” dan menurutnya tidak ada ayat lain yang membahas langsung tentang pemerintahan selain ayat ini. Berbicara tentang Ahkam (hukum) Allah, ya.. tentang keadilan ya.. namun perlu dicatat bahwa keadilan dibicarakan di dalam ayat pada saat para muslim tidak memiliki pemerintahan.

Baca Juga :

Menurut one of the 500 most influential Muslims in the world by the Royal Islamic Strategic Studies Centre of Jordan ini sebagai warga negara harus melihat hak seluruh warga negara tidak hanya warga negara muslim dan mencari kandidat terbaik bagi negara.

Apa yang terbaik bagi Islam tidak sama dengan apa yang terbaik untuk negara. Apa yang terbaik untuk Islam berada di ruang lingkup masyarakat dan yang lebih besar. Anda bisa mendapatkan pemerintahan yang islami dengan  masyarakat yang sangat tidak islami, itu tidak berarti bagi Allah Azza wa Jalla. Saya kira kita terlalu mempolitisir Islam dan itu tidak tepat.

Untuk soal politik, pada dasarnya agama kita menekankan prinsip-prinsipnya, yaitu keadilan, transparansi, dan menjamin hak orang lain. Bukan dengan cara menutup semua toko saat Ramadhan. Atau kita akan memastikan wanita yang tidak memakai hijab akan memakainya, semacam itu. Kita bakar toko penjual minuman keras. Kapan semua itu terjadi di dalam sejarah Islam?

Pelajari kesultanan Islam Granada atau Andalusia, mereka multi budaya, agama, masyarakat yang terbuka, tetapi hidup secara islami. Mereka maju. Kalau sebagian orang masa kini ada di sana akan menyebut Astagfirullah…astagfirullah… dan astagfirullah…

Sebagian orang yang mengakuk islam saat ini lebih ekstrim dari masa manapun dalam sejarah Islam. Jauh lebih esktrim. Kita butuh pengetahuan yang lebih baik tentang sejarah Islam. Kita juga harus lebih memahami dimana Islam dan politik saling mempengaruhi. Tidak benar jika kita merasa Islam dan politik harus melebur setiap saat.
Ada banyak bagian dalam hidup kita dimana Allah membiarkan kita untuk membuat pilihan. Saya tinggal di Amerika.

Saya harus memberikan suara di antara 2 pilihan buruk (sebagai warga negara Amerika Serikat). Antara memilih yang gila atau jahat, mau yang mana? Tetapi saya tidak akan memilih sebagai muslim tetapi saya akan memilih sebagai warga negara. Pilihan saya bukan pilihan yang islami, pilihan berdasarkan pikiran sehat saya.

Untuk versi lengkapnya silahkan tonton videonya di bawah ini

Sebarkan jika bermanfaat…

Incoming search terms:

nonton video politik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *